Posted by rampak naong - -


Di tengah hiruk-pikuk politik menjelang pemilihan bupati Sumenep, saya dibuat tersenyum mendapati sebuah account group facebook yang sangat cerdas. Sebuah group facebook yang menjadi counter discourse terhadap pilbup. Digalang oleh generasi baru sebuah pesantren besar di Sumenep. Dari namanya saja kita sudah bisa menerka, group facebook ini ingin merebut wacana pilbup yang seringkali ditafsiri dengan (sangat) serius dan bahkan bersetegang. Nama group facebook ini: MENDOKONGZ KYAI FAIZI SUBAGAY KABUPATIN.

Group facebook ini memang dimaksudkan untuk main-main. Tidak serius. Sekedar menertawakan diri sendiri. Mana bisa Kyai Faizi didukung menjadi kabupaten? Tetapi yang main-main, yang tidak serius justru bisa berubah menjadi genting dan serius. Justru balik menyerang wacana pilbup resmi sebagai main-main dan tidak serius. Mana yang serius-tidak serius kemudian meleleh. Cair. Meluber batas-batasnya dan sulit dikenali lagi.

ibarat sebuah teks, group ini sangat terbuka ditafsirkan. Teks telah menjadi milik publik. Meski tidak sepenuhnya saya memahami konteks yang menyediakan latar terhadap teks, Ijinkan di sini saya memainkan-mainkan dan mengintrogasinya setelah saya dibuat tak berdaya (untuk tertawa) oleh kehadiran group ini. Group yang saya anjurkan untuk didukung sebagai cara kita (rakyat) menertawai pilbup resmi yang justru tidak serius dan main-main. Semacam niat untuk menseriusi sesuatu dari yang ”tidak serius”.

Pertanyaan pertama yang ingin saya jawab, kenapa Kiai Faizi? Bagi yang kenal pertanyaan ini selesai. Kiai muda dari pesantren Annuqayah ini dikenal ”nyentrik”. Humoris. Cerdas. Sedikit ”cuek”. Ia juga dikenal sebagai penulis sastra-budaya. Dan yang paling penting, selama ini, Ia tidak pernah ter(di)tarik bemain di ranah politik praktis.

Di samping mengasuh pesantren, ia dikenal memiliki pergaulan luas. Yang saya tahu, lulusan S2 UGM ini, melebur di ”Komunitas Bis Mania”, sebuah komunitas yang dibentuk oleh pencinta dan pengguna Bis di Indonesia. Tempat pertemuan komunitas ini biasanya di terminal. Terakhir, pertemuannya di Malang yang dihadiri oleh pecinta dan pengguna Bis dari berbagai daerah di Indonesia. Maka tidak heran, jika kiai ini sering men-share foto-foto Bis di accont facebook-nya.

Pada pemilu legislatif tahun lalu, kiai ini membuat ”partai”: PATEROS (Partai Eceran dan Grosir). Sebuah ”partai” yang tidak butuh anggota, tetapi tetap menyebarkan sticker. Berangkat dari ”partainya” ia memborong sendiri calon anggota legislatif. Ia menulis dengan cerdas calon anggota legislatif PATEROS dalam sticker yang Ia buat, seperti ini :

PATEROS (Partai Eceran dan Grosir)
Calon Anggota Legislatif 2009-2014
1. Faizi
2. Faizi saja
3. Faizi faqot
4. Faizi lagi
5. Faizi koh..

Sukses “memelesetkan” pemilu legislative, kiai Faizi saat ini didukung maju sebagai–tidak tanggung-tanggung—“kabupatin”. Yang menarik sebagian pasangan cabup-cawabup resmi dalam pilbup di sumenep tahun ini, justru berasal dari keluarga pesantren Annuqayah . Bahkan Annuqayah diperebutkan oleh semua calon, karena pengaruh pesantren ini di sumenep sangat besar. Tetapi dari pesanten ini pulalah muncul group facebook yang “memelesetkan” pilbup resmi ini.

Ketika saya diundang oleh mastowan Zainur Van home untuk bergabung dalam group ini, pertama kali yang membuat saya tertawa, kiai Faizi didukung menjadi “KABUPATIN, bukan “BUPATI”. Saya melihat ada usaha untuk menggeser “subyek” di sini, dari “BUPATI” menjadi “KABUPATIN”. Seakan menertawai kecenderungan banyak orang di setiap pilbup yang lebih serius ingin mengetahui “siapa calon bupatinya”, ketimbang “apa masalah kebupatennya”. Atau group ini ingin menyampaikan pesan (rakyat), “kabupaten ini punyaku, kamu hai calon bupati, bisa apa?”.

Layaknya pilbup resmi, pencalonan “KYAI FAIZI SUBAGAY KABUPATIN” juga didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti “tim sukses”, “mobil titos 120”, “motor L2 Super”. Jika mengunjungi account group ini, kita bisa melihat mobil dan motor sang calon sudah diganti plat merah.

Group facebook ini terbilang aktif mengampanyekan “KYAI FAIZI SUBAGAY KABUPATIN” dengan men-share foto-foto ketika “deklarasi”. Melihat foto “calon Kabupatin” ini kita lagi-lagi dipaksa tersenyum. Dalam bentuk ”baliho” besar kyai Faizi disandingkan dengan kelompok musik mancanegara, seperti Iron Maiden dan Linkin Park.

Segudang Makna

Melihat segenap tanda yang dimain-mainkan dan dijungkirbalikkan maknanya secara cerdas oleh group facebook ”MENDOKONGZ KYAI FAIZI SUBAGAY KABUPATIN” ini, pilbup resmi –yang akan digelar bulan juni 2010—sebenarnya mendapat ”perlawanan” keras. Lihat saja sejak menulis kata ”mendokonz” (bukan mendukung), ”subagai” (bukan sebagai) dan pilihan kata ”kabupatin” (bukan ”kabupaten” apalagi ”bupati”) sudah meneror pikiran kita.

Belum lagi tanda lain seperti ”deklarasinya” yang ”dimeriahkan” Iron meiden dan Linkin Park. Atau ”mobil dinas titos 120” dan ”L2 Super” yang ”diplatmerahkan”, seakan hendak meruntuhkan politik citra yang dibangun pilbup resmi. Satu olokan yang kena, pilbup resmi hanya mampu membangun citra dengan segenap tanda yang dijajakan, tanpa ada hubungan dengan realitas konkrit masyarakat Sumenep.

Yang menarik, group ini dikelola oleh generasi muda pesantren Annuqayah. Sebuah pesantren besar di Sumenep yang seringkali diperebutkan oleh cabup/cawabup untuk memperoleh dukungannya. Sebagai pesantren tertua dengan jaringan alumni yang sangat banyak, Annuqayah memiliki posisi yang sangat diperhitungkan. Di sinilah menariknya, justru di tangan generasi baru Annuqayah –yang semuanya mengambil jarak dengan politik praktis—politik resmi diacak, dipermainkan, dan dijungkirbalikkan maknanya. Pesan yang hendak disampaikan, kira-kira , ” hai politisi, ente yang bener dong kalau ngurus politik”. Glekkk...

2 Responses so far.

M. Faizi mengatakan...

walah..
apaapaan ini,
Kok jadi iklan beneran....
he..he...

rampak naong mengatakan...

agak serius dikit ke..gmana kalau kita adakan diskusi publik bersama calon kabupatin